Home
Welcome to the Frontpage
Yayasan Masarang

Yayasan Masarang adalah organisasi nirlaba yang berada di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Indonesia.
Yayasan ini bertujuan melestarikan hutan demi masyarakat, flora dan fauna.
Anda dapat menghubungi kami melalui alamat e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Adapun Tujuan dan Maksud Yayasan ini adalah:
Mengadakan proyek percontohan pelestarian hutan lindung Masarang.
Memulihkan kondisi hutan lindung Masarang sebagai sumber air dan tempat kehidupan flora dan fauna asli Minahasa.
Mendidik masyarakat mengenai kepentingan pelestarian.

Yayasan Masarang di Facebook

 

 

 
Willie Smits - Wirausahawan Sosial Senior Ashoka

Willie Smits adalah salah satu pembela orangutan dan habitat alaminya, namun lebih dari itu, ia merupakan penemu bidang kehutanan yang menciptakan revolusi pada teknik dan kebijakan reboisasi di seluruh dunia. Sebagai pendiri Borneo Orangutan Survival Foundation dan Masarang Foundation, ia secara konsisten bekerja menangani akar masalah penggundulan hutan dengan berfokus pada hubungan antara dunia binatang, planet kita, dan manusia.

Willie Smits percaya bahwa untuk mengembangkan populasi orangutan, kita harus terlebih dahulu membangun hutan habitat mereka. Namun demikian untuk mencapai solusi yang berkelanjutan, kita juga harus menangani akar masalah sosialnya dengan memberdayakan masyarakat lokal untuk mendapatkan pilihan sumber penghidupan yang lebih baik daripada pembalakan hutan.

Karena upaya perlindungan akan sia-sia tanpa adanya rumah yang aman bagi orangutan, Smits mulai dengan pemulihan hutan hujan tropis ke kondisi asalnya. Dengan tim 100 pekerja lokal, dari lahan yang telah sama sekali gundul, Smits mulai membangun hutan Samboja Lestari forest, satu demi satu meter persegi. Meliputi lahan seluas kira-kira 2000 hektar di Kalimantan, hutan hujan tropis buatan – yang pertama di dunia – kini menjadi rumah bagi orangutan yang telah dipulangkan, spesies penting penghuni asli hutan tersebut. Dalam membangun kembali hutan ini, Smits berupaya menciptakan kembali kompleksitas alam, bahkan hingga mempengaruhi iklim mikro lokal. Untuk menumbuhkan, melindungi, dan melestarikan hutan itu sendiri, solusinya sederhana: ia menawarkan lahan di antara pepohonan hutan untuk ditanami tanaman pangan. Sebagai timbal baliknya, penduduk desa diminta melindungi hutan dan binatang di sana. Dengan meningkatkan kualitas kehidupan penduduk dan membangun kepercayaan komunitas, Smits memberikan insentif bagi pemulihan ekologis maupun ekonomi setempat.

Keberhasilan penting lainnya, hutan hujan tropis buatan ini juga menjadi sumber mata air baru, dengan meningkatkan curah hujan dan tangkapan air di daerah tersebut. Hutan yang sehat tidak hanya mengurangi kejadian kebakaran, melainkan juga menghasilkan pasokan air minum yang sangat berharga. Hal ini mendorong Smits menciptakan kemitraan dengan pemerintah lokal untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih. Keuntungan yang didapat digunakan sepenuhnya untuk pelestarian hutan Samboja Lestari.

 

sumber: www.ashoka.or.id

 
Pidato Willie Smits di TED Conference

Willie Smits yang menghadiri TED Conference mendapat kesempatan untuk bicara di depan peserta, topik yang dibawakannya adalah tentang Aren dan Orang Utan dan mendapat standing ovation dari hadirin. selengkapnya di http://blog.ted.com/2009/02/ted2009_minutes_12.php.

 
Pakasaan Tombulu Rayakan Hut ke-5

Friday, 31 July 2009 11:18 TOMOHON— Upaya pelestarian kebudayaan Minahasa terus dilakukan kelompok adat Pakasaan ne Tombulu. Kamis (30/7) kemarin, kelompok adat Pakasaan ne Tombulu menggelar perayaan HUT ke-5 yang bertempat di Amphiteatre, Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Barat.
Dalam sambutannya, Tonaas ne Pakasaan Tombulu  Syennie Watoelangkow menegaskan pelestarian kebudayaan Minahasa khususnya Tombulu harus terus digalakkan dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Seiring berjalannya waktu banyak yang sudah mulai melupakan kebudayaan-kebudayaan Minahasa. Tidak banyak yang betul-betul memberikan kepedulian terhadap kebudayaan,” ungkap srikandi yang juga dikenal sebagai Wakil Wali Kota Tomohon ini.
Sebelumnya, Ketua DPD PD Sulut ini mengungkapkan perayaan HUT ke-5 Pakasaan Tombulu sengaja dikemas dengan acara sederhana namun tidak mengurangi nilai-nilai yang ada pada setiap rangkaian acara tersebut. “Meski yang hadir tidak sebanyak perayaan-perayaan lalu, namun semua yang hadir sudah mewakili banyak orang,” imbuh Watoelangkow.
Rangkaian acara tersebut diawali dengan penanaman pohon Kaima di halaman Amphiteatre, dilanjutkan dengan ibadah menggunakan bahasa Tombulu dipimpin oleh Ketua Dewan Walian ne Tombulu Pdt. W.A Roeroe.  Selain itu, ada pembacaan cerita-cerita adat Minahasa yang dilanjutkan dengan penyerahan buku kisah para rasul versi Tombulu kepada sejumlah perwakilan yang hadir. (lyw/*)

 from. www.mdopost.com - Manado Post

 
Kerja Sama dengan Pertamina
Pertamina menyetujui menanda tangani MoU dengan Yayasan Masarang
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Polls

Tahukah anda dengan Yayasan Masarang
 

Who's Online

We have 1 guest online